Ormas Bogor makin kurang ajar, berani tuntut upeti

Keberadaan organisasi massa (ormas) makin meresahkan warga Bogor. Pengaruh ormas saat ini sudah merambah hingga meminta jatah proyek pemerintah.

Sikap ormas di kawasan ini terlihat pada Jumat (19/6/2015) kemarin. Kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Bogor yang hampir diserang ratusan personel ormas.

Warga Bogor masak 100 kilogram mie glosor

Mie golosor adalah makanan favorit di Bogor terutama selama bulan puasa sekarang ini. Berikut berita dari www.antaranews.com
Bogor (ANTARA News) - Puluhan Warga Cimanggu Wates, Kelurahan Kedung Jaya, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, melakukan aksi memasak 100 kilogram mie Glosor secara beramai-ramai dalam rangka memeriahkan Ramadhan 1436 Hijriah sekaligus Hari Jadi ke-533 Bogor.

"Warga sudah bersiap-siap masak sejak pukul 13.00 WIB. Mie akan dimasak sebelum waktu berbuka, setelah itu akan dibagi-bagikan kepada warga dan anak yatim," kata Waluyo Suprihartono selaku Ketua Panitia.

Menurut dia, aksi masak 100 kilogram mie Glosor oleh warga dalam rangka memberikan hiburan kepada anak-anak yang sedang berpuasa di bulan Ramadhan. Sekaligus ajang silaturrahim warga, mengasah kekompakan dan gotong royong.

Aksi memasak mie glosor dilakukan ibu-ibu di wilayah Cimanggu Wates, kekompakan ibu-ibu memasak terlihat, menyajikan hidangan mie glosor yang nikmat untuk masyarakat banyak.

"Mie glosor ini makanan favorit di kampung kami. Selain enak, murah dan mudah masaknya," kata Waluyo.

Hidangan mie glosor juga merupakan tradisi masyarakat Bogor yang hanya ada setiap bulan Ramadhan. Di luar Ramadhan hidangan mie glosor sulit ditemukan. Karena hanya dimasak khusus selama bulan puasa.

Mie Glosor yang dimasak sebanyak 100 kilogram dibeli dari produsen mie glosor yang ada di wilayah Kota Bogor. Mie tersebut memiliki tekstur licin, berwarna kuning bening dan kenyal.

"Namanya mie glosor artinya mie licin, karena menyantapnya dengan cara diglosor atau disrup," katanya.

Selain kegiatan masak mie glosor beramai-ramai oleh warga, acara dari warga untuk warga tersebut juga diisi dengan penyuluhan gizi masyarakat oleh Pergizi Pangan Indonesia. Kegiatan juga dilengkapi hiburan marawis dari anak-anak kampung Cimanggu Wates, serta santunan kepada anak yatim.

"Harapan kami kegiatan ini dapat berbagi kebahagian dengan anak yatim dan menghibur warga terutama anak-anak yang sedang berpuasa," kata Waluyo.

Saling Salip di Jalan Tol, Pejabat di Bogor Tewas

Ini harusnya menjadi bahan instropeksi bagi pengelola tol kedunghalang atau sentul selatan, harusnya bisa di desain bagaimana caranya agar tidak terjadi rebutan ketika akan keluar atau bayar tol, mau bayar mau ngasih uang kok susah ya? Saya juga beberapa kali mengalami kejadian seperti itu, lagi antri kok tiba toba ada mobil mepet mepet mau masuk dari samping. Ya kalau kurang kesabaran memang bisa jadi baham berant itu.

Berikut beritanya dari www.sindonews.com
Diduga gara-gara saling menyalip di jalan-tol, dua pengendara mobil terlibat perkelahian. (Ilustrasi/dok. Sindonews)
JAKARTA - Diduga gara-gara saling menyalip di jalan tol, dua pengendara mobil terlibat perkelahian. Bahkan, salah seorang pengendara yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Bogor tewas akibat perkelahian tersebut.

Informasi diperoleh, PNS itu bernama Zuryawan Isvandiart Zoebir Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bogor. Korban tengah mengendarai mobil Toyota Rush bernopol F 1217 G sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu 27 Juni 2015.

Saat itu, dia melewati jalan Tol Bogor Outter Ring Road (BORR) dan masuk dari arah Sentul. Saat ingin masuk ke pintu tol, ia berebut jalur dengan mobil Toyota Innova bernopol B 2084 SFJ yang dikendarai OL (37), warga Jalan Bintaro Puspita Raya, Pesanggrahan Jakarta Selatan.

Ternyata, insiden berebut jalur tersebut berlanjut hingga di dalam tol mereka saling salip menyalip. Hingga keduanya memutuskan untuk berhenti, tepatnya di Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor.

Mereka pun turun dari mobil masing-masing dan cek cok mulut pun tak terhindarkan. Mereka terlibat saling pukul. Diduga, korban terkena hantaman di kepala dan langsung tak sadarkan diri.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong. Korban sempat divisum di RSUD Ciawi untuk bahan penyelidikan petugas Polres Bogor Kota.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bogor, Rahmat Sujana, saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. "Iya betul, Pak Sekdis meninggal tadi sore," katanya, saat dihubungi.

Hingga saat ini pelaku pemukulan masih dimintai keterangan penyidik Satreskrim Polres Bogor Kota. Sementara jenazah sudah disemayamkan di rumah duka di Jalan Belimbing IV Perumahan Vila Citra Kelurahan Tegalgundil, Kecamatan Bogor Utara.

Kasus Payment Gateway, Wali Kota Bogor jadi saksi

Wah ada apa ini dengan walikota bogor?
Dari www.sindonews.com ternyata Bima Arya diperiksa dan menjadi saksi kasusnya payment gateway, karena beliau menjadi model dalam video sosialisasi sistem tersebut.

Wali Kota Bogor Bima Arya diperiksa Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu diperiksa terkait kasus Payment Gateway di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Mabes Polri, Brigjen Pol Ahmad Wiyagus mengakui pemeriksaan Bima Arya menyangkut kasus yang menyeret nama mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi," ujar Ahmad saat dikonfirmasi dari Mabes Polri, Jumat (26/6/2015).

Dalam kasus ini Denny Indrayawan selaku mantan Wamenkumham telah dinyatakan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri.

asi Terpercaya
Home  Nasional  Hukum
Kasus Payment Gateway, Wali Kota Bogor Dicecar 18 Pertanyaan
Haris Kurniawan
Jum'at,  26 Juni 2015 - 14:31 WIB

Wali Kota Bogor, Bima Arya. (Dok.Sindo).
JAKARTA - Wali Kota Bogor Bima Arya diperiksa Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri terkait kasus sistem Payment Gateway di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Namun, pemeriksaan Bima Arya tidak selama pemeriksaan yang dilakukan terhadap mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Denny Indrayana dalam kasus yang sama.

"Sekitar 18 (pertanyaan)," ujar Bima saat dikonfirmasi Sindonews melalui sambungan telepon, Jumat (26/6/2015).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, dirinya dimintai keterangan oleh penyidik Bareskrim seputar video sosialisasi sistem payment gateway, Juli 2014 bersama beberapa tokoh lain seperti Dino Pati Jalal, Hikmahanto Juwana dan Bambang Harimurti.

"Saya diminta untuk menjadi model dalam video sosialisasi program tersebut yang memperagakan cara pembuatan dan pembayaran paspor secara elektronik," terangnya.

Dalam kasus ini Denny Indrayawan selaku mantan Wamenkumham telah dinyatakan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri.

Ahok Larang PNS DKI Mudik Dengan Mobil Dinas

Setelah bu Risma surabaya, ahok dari.jakarta juga berbeda pendapat dengan menteri pan rb terkait pemakaian mobil dinas untuk mudik nanti. Berikut beritamya dari www.metrotvnews.com

Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama melarang pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta mudik menggunakan mobil dinas. Larangan itu, kata Ahok, sudah berlaku pada tahun-tahun sebelumnya.

"Gak boleh. Dari tahun lalu juga begitu gak boleh," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2015).

Dikatakan Ahok, mobil dinas digunakan untuk mempermudah mobilitas kegiatan kedinasan Pemprov DKI. Terlebih, biaya operasional dan perawatan mobil dinas diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Mobil dinas kan tanggung jawab Pemprov. Jadi hanya untuk dinas," imbuhnya.

Berbeda dengan Ahok, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi, mengizinkan PNS yang hendak mudik dapat menggunakan mobil dinas. Alasanya, untuk membantu PNS yang mudik dan memiliki anggota keluarga yang banyak, akan mubazir bila tidak digunakan.

Kehadiran pns 99 persen selama bulan puasa 2015

Kehadiran 99 persen menjadi kebamggaan yang fenomenal. Dengan cara Selama Puasa, PNS di Purwakarta Wajib Apel dua kali maka kehadiran langsung meningkat ke angka 99 persen. Itulah pns bekerja dan.hadir karena ada apel dan terutama sidak ya.

VIVA.co.id - Hampir sepekan menjalankan ibadah puasa, ada perbedaan yang menyolok di lingkungan Pemeritah Kabupaten Purwakarta. Perbedaan itu, terlihat setiap pagi pukul 06.30 WIB dan pukul 13.30 WIB. Di setiap jam tersebut, ribuan pegawai pemerintahan itu wajib menjalani apel.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, selama bulan puasa dibuat aturan baru bagi seluruh pegawai. Saat masuk kantor dan hendak pulang kantor.

"Apel ini, tujuannya untuk mengecek apakah para pegawai ini datang dan pulang tepat waktu atau tidak," ujar Dedi, Selasa 23 Juni 2015.

Padahal, Dedi melanjutkan, khusus untuk apel ini tidak pernah ada di bulan-bulan lainnya. Jangankan apel, upacara bendera setiap Senin juga dihapuskan. Tetapi, khusus di bulan puasa apel pagi dan siang harus dilaksanakan oleh pegawai.

Hasilnya, cukup memuaskan. Tingkat kehadiran PNS selama puasa mencapai 99 persen dari 12 ribu pegawai yang ada. Seluruh pegawai juga tepat masuk dan pulang kantor.

PKL jalan MA Salmun rutin ditertibkan

Dari dulu ini jalan selalu dibanjiri para pedagang kaki lima alias pkl, selalu ditertibkan dan selanjutnya tidak tertib kembali. Baru baru ini ada penertiban kembali, ini beritanya dari www.wartapos.com. Dibanjiri pedagang kaki lima (PKL), Jalan MA Salmun, Bogor Tengah, Kota Bogor, akan kembali ditertibkan oleh petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, Selasa (23/6/2015) pagi.
Kepala Satpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, penertibkan para PKL itu karena jumlahnya sudah semakin banyak. "Jalan MA Salmun kawasan bebas PKL. Kita sudah tempatkan petugas, tapi para pedagang itu nekat berjualan, jadi hari ini kita akan tertibkan," ujar Eko Prabowo.

Dia menjelaskan, PKL yang akan ditertibkan tersebar di sepanjang Jalan MA Salmun. Mulai dari jalan masuk MA Salmun sampai ke dekat Jalan Mayor Oking.
"Terutama PKL di depan toko Pantja Warna," ujarnya.

Pantauan Wartakota, ratusan PKL berjejer di sepanjang badan jalan MA Salmun. Mereka berjualan berbagai jenis barang, mulai dari sayuran, buah-buahan hingga ke peralatan rumah tangga.

Awalnya mereka berjualan di depan pelataran toko, tapi sejak beberapa minggu ini, para pedagang kembali menggelar dagangannya di bahu jalan.
"Kita ini kelinci percobaan. Awalnya ditertibkan buat ditempatkna di lokasi baru, tapi sampai sekarang mana lokasi itu. Kita ini perlu makan, Pemkot harus punya solusi," kata Hendra (35) salah satu PKL di jalan tersebut.