Hari Terakhir Masuk, Inspektorat DKI Temukan 3 PNS Bolos

Inspektorat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang berkantor di kawasan Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (15/7) siang tadi.

Nilai positif pun diberikan karena minimnya jumlah alpa dan ketidakhadiran pegawai pada hari terakhir PNS masuk sebelum cuti bersama Hari Raya Idul Fitri dimulai esok Kamis (16/7).

Menurut Kepala Inspektorat DKI Jakarta Lasro Marbun, secara umum tingkat kehadiran para PNS tergolong baik hari ini. Walau begitu, dirinya sempat menemukan beberapa karyawan yang kedapatan mengisi absen terlebih dahulu sebelum jam pulang tiba pada pukul 15.30 WIB.

"Ada yang disayangkan, ada beberapa yang tidak kembali (setelah absen). Nanti kita surati para kepala SKPD, sebelum jam pulang tidak boleh absen. Tadi ada beberapa absen manualnya yang absen lebih dulu," kata Lasro di Balai Kota DKI Jakarta.

Walikota dan Wakil Walikota Bogor Bakal Shalat Idul Fitri di Kebun Raya

Walikota Bogor, Bima Arya beserta Wakil Walikota, Usmar Hariman bakal melaksanakan shalat Idul Fitri 1436 Hijriah di Kebun Raya Bogor.

Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Bogor Encep Moh. Ali Alhamidi mengatakan pelaksanaan shalat tersebut dijadwalkan bakal diikuti Unsur Pimpinan Daerah Kota Bogor beserta para pejabat lain di lingkungan pemerintahan kota hujan tersebut.

InsyaAllah keduanya akan berjamaah bersama warga masyarakat Kota Bogor yang sudah terbiasa melaksanakan shalat Idul Fitri disana , ujar Encep dalam keterangan tertulis di situs resmi pemerintah Kota Bogor, yang dikutip Bisnis.com, Rabu (15/7/2015).

Adapun, shalat Idul Fitri tersebut diagendakan akan dimulai pukul 06.30 WIB, di Lapangan Anggrek, dekat Pintu III Kebun Raya Bogor.

Encep menuturkan nantinya shalat Idul Fitri yang dihadiri jajaran pemerintahan Kota Bogor tersebut bakal dipimpin Guru Besar IPB Kudang Boro Seminar sebagai khatib sekaligus imam shalat.

Kejari Bogor Dilaporkan ke Kejagung

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor didesak agar tidak menutup-nutupi proses penanganan kasus dugaan korupsi Pasar Jambu Dua. Pasalnya, meski penyelidikan kasus tersebut sudah ditingkatkan ke penyidikan, Kejari semakin menutup diri.

Koordinator Koalisi Rakyat Bogor, Roy Sianipar menyatakan Kejari harus bisa memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada publik.

“Tidak ada alasan Kejari untuk menutupi kasus ini,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor, Sabtu (11/7/2015).

Jalur Alternatif Cianjur-Bogor Belum Siap

Jalur alternatif yang menghubungkan Bogor-Cianjur belum siap dilalui. Sejumlah titik jalan masih mengalami kerusakan. Penerangan jalan umum serta rambu-rambu lalu lintas pun minim.

Salah satu jalur alternatif yang rusak yakni jalan Hanjawar-Pacet. Berdasarkan pantauan "PR" Online, Selasa (7/7/2015), sedikitnya terdapat delapan titik kerusakan di jalur sepanjang sekitar 15 kilometer ini. Lapisan aspal di tiap titik, mengelupas hingga meninggalkan lubang berdiameter satu hingga dua meter.

Lubang tersebut terbilang membahayakan, apalagi bila dilewati pada malam hari. Penerangan jalan dan rambu-rambu pun minim. Jalan alternatif ini terbilang sepi karena jarang pemukiman. "Tahun kemarin rusak parah, lebih dari ini. Nah kemarin sempat diberesin tapi enggak semua. Masih banyak yang rusak. Terus kalau malam bahaya, gelap," kata salah seorang warga, Hanum (33).

Sedangkan menurut Purwanda (32), warga lainnya, di jalur tersebut sering terjadi kecelakaan, utamanya roda dua. "Biasanya yang lagi ngebut, enggak liat jalan bolong langsung masuk," ujarnya.

Kepala Kepolisian Resor Cianjur Asep Guntur Rahayu mengakui jalur alternatif Hanjawar-Pacet perlu dilakukan perbaikan. Kondisi jalan yang rusak dapat mengakibatkan kecelakan. Belum lagi volume kendaraan pada momen nanti dipasikan bertambah beberapa kali lipat.

Jalur alternatif ini, kata Asep, disiapkan untuk menguraikan kemacetan di sejumlah titik jalur utama. Kepadatan yang terjadi di Pasar Cipanas akan diuraikan melalui Jalan Raya Kota Bunga Hanjawar menuju Pos Pegadaian di Desa Pendawa Kecamatan Sukaresmi.

Selain 16 pos pengamanan, Polres pun menyiapkan sejumlah Mapolsek untuk dijadikan tempat peristirahatan.

Source; http://www.pikiran-rakyat.com/info-mudik/2015/07/07/333924/jalur-alternatif-cianjur-bogor-belum-siap

Keluyuran, Dua PNS Bogor Kena Razia

Petugas gabungan  Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bogor serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil menjaring sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang tengah berkeliaran dan belanja saat jam kerja di pusat perbelanjaan di Kota Bogor.

Hasilnya sebanyak dua PNS terjaring di dua pusat perbelanjaan yang berbeda. Razia  dilakukan pukul 11:00 serentak di lima pusat perbelanjaan Kota Bogor, yaitu  Mal BTM, Botani Square, PGB, Yogya Junction dan Ekalokasari.

walikota Bogor lempar gelas ketika razia tmh bogor

Dari www.Liputan6.com, Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, marah besar di tempat hiburan malam (THM) di Bogor. Ia mengamuk lantaran pihak pengelola masih saja beroperasi di bulan Ramadan padahal sudah ada larangan tidak beroperasi dari Pemkot Bogor.

Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) didampingi petugas Satpol PP Kota Bogor serta petugas kepolisian. Pihaknya mendatangi salah satu THM bernama Ways'E Resto, di Jalan Suryakencana, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, sekitar pukul 00.30 WIB.
Bima bersama petugas langsung merangsek masuk ke dalam THM dan mendapati beberapa orang tengah asyik berpesta miras. Selain minuman keras, tempat tersebut tersebut juga tengah mengadakan live musik DJ.

Ormas Bogor makin kurang ajar, berani tuntut upeti

Keberadaan organisasi massa (ormas) makin meresahkan warga Bogor. Pengaruh ormas saat ini sudah merambah hingga meminta jatah proyek pemerintah.

Sikap ormas di kawasan ini terlihat pada Jumat (19/6/2015) kemarin. Kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Bogor yang hampir diserang ratusan personel ormas.